Get a free hosting or choose from the Best Web Hosting service
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
*** Selamat Datang Di Website SMP Negeri 5 Batusangkar ***           *** Sekolah Dengan Program Layanan Keunggulan ***
Kepala Sekolah

Kepala Sekolah Periode 2015 s/d Sekarang

Drs. HADMADI SUCIPTA, M.Pd

Kepala Sekolah Periode 2007s/d 2015

Drs. ASRUL

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday921
mod_vvisit_counterYesterday127
mod_vvisit_counterThis week2143
mod_vvisit_counterLast week1806
mod_vvisit_counterThis month5447
mod_vvisit_counterLast month15381
mod_vvisit_counterAll days1750628

We have: 61 guests online
Your IP: 54.166.203.76
 , 
Today: Oct 18, 2017
KEJUARAAN SEPAK BOLA PELAJAR 2013


Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module
Kegiatan di Labschool Kebayoran Jakarta


Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module
Story Telling "Batu Tangkuluk


Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

MENJALIN KOLABORASI DI SEKOLAH

MENJALIN KOLABORASI DI SEKOLAH

                                                                YUSRIJAL DT. MAKHUDUN                                                                      (GURU SMPN 5 BATUSANGKAR)

       Sebatang lidi terombang-ambing oleh angin. Dia tercampak ke sana kemari, berpindah,  terhempas, dan tak berdaya apa-apa.  Untunglah pembuat sapu berbaik hati. Dengan kebaikan hatinya, sang lidi dibawa pulang, lalu dibersihkan. Pembuat sapu mempertemukan  lidi dari berbagai asal. Lidi-lidi tidak lagi mengedepankan personal, tetapi mengedepankan kolektivitas. Lidi-lidi itu tidak lagi menonjolkan asal mereka, baik dari kelapa gading, atau kelapa hibrida. Lidi-lidi itu tidak mempersoalkan apakah berasal dari kelapa yang rendah atau tinggi, dari kelapa yang masih muda atau kelapa yang sudah tua. Pembuat sapu mengikat, menyatukan lidi-lidi itu sehingga muncul sebuah sapu yang kuat.

     Sekarang lidi telah berubah. Lidi bukan lagi sosok yang lemah, melainkan sosok yang kuat.. Kebersamaan dan persatuan yang terbentuk,  membuat mereka  jadi kuat. Dengan penampilan  barunya, lidi-lidi mampu berbuat lebih banyak. Lidi-lidi  bersatu mampu membersihkan jalanan dan halaman dari sampah.

        Sapu juga memiliki sistem walaupun sangat sederhana. Sapu terdiri dari ratusan lidi, sebuah tangkai, dan sebuah tali pengikat, yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda, tetapi menuju ke satu tujuan yang mulia. Setiap komponen berusaha bekerja sesuai dengan fungsinya.  Masing-masing komponen tidak merasa yang paling berjasa, tetapi selalu berperan sebaik mungkin.

       Sekolah merupakan sebuah sistem yang  memiliki berbagai komponen dan  saling membutuhkan. Komponen itu adalah kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha, komite sekolah, dan siswa. Komponen tersebut perlu membangun kolaborasi. Kolaborasi  yang mereka ciptakan merupakan kekuatan yang dahsyat untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kolaborasi tersebut merupakan harapan bagi peserta didik bagi peningkatan pelayanan pendidikan.

      Masing-masing komponen tidak merasa hebat sendiri. Bila masing-masing merasa hebat, akan muncullah jurang pemisah di antara mereka. Akibatnya, mereka akan berjalan sendiri-sendiri.  Lebih baik kehebatan yang mereka miliki, disatukan untuk melaksanakan kegiatan di sekolah. Tidak ada jurang pemisah antara senior dengan yunior. Senior dan yunior bukanlah pilihan, tetapi merupakan suatu realitas. Para senior kaya dengan pengalaman karena telah mengabdi betahun-tahun. Sementara itu, yunior memiliki pengetahuan yang masih segar dan hangat, serta pengetahuan yang mutakhir. Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan yang tidak perlu dipertentangkan. Yang lebih penting adalah bagaimana yang senior bersinergis dengan yang yunior dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik.

       Komunikasi sangat penting menjalin kolaborasi. Dengan komunikasi yang efektif, masing-masing dapat memahami satu sama lain. Masing-masing akan dapat memahami kompetensi dan kelebihan temannya. Komunikasi yang baik menyebabkan seseorang memiliki sikap positif dan berpikir positif terhadap orang lain. Seseorang akan mampu mengambil hal positif dan kelebihan orang lain sebagai masukan yang berharga bagi pengembangan dan peningkatan kompetensinya.

       Dalam era globalisasi, kerja sama merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesuksesan seseorang banyak ditentukan oleh bagaimana seseorang mampu bekerjasama dengan orang lain. Bekerja sendiri-sendiri merupakan hal yang sudah harus ditinggalkan. Karena itu, seseorang hendaklah mampu bekerja sama dengan orang lain. Dengan bekerja sama seseorang akan memiliki motivasi dan kekuatan baru sehingga tujuan yang diinginkan akan tercapai dengan mulus.

      Keterbukaan perlu ditumbuhkan apa lagi dalam menyelenggarakan pendidikan. Para personil  hendaklah mau membuka diri terhadap paradigma baru tentang pendidikan dan pembelajaran. Jangan merasa puas dengan apa yang diperoleh di masa kuliah dulu karena pengetahuan bersifat dinamis.  Karena itu, perlu adanya kemauan untuk meng-update pengetahuan baru sehingga  mampu mengikuti  dinamika pengetahuan yang sedang berlangsung.

         Setiap personil  memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan dan kelemahan yang dimiliki  perlu disikapi dan direspon secara proporsional.  Kelemahan seorang akan dapat diatasi  dengan banyak membaca, selalu meningkatkan kompetensi, dan  mau berbagi dengan orang lain.   Selain itu, dengan melakukan kolaborasi dengan teman sejawat, kelemahan akan berubah menjadi kekuatan.

       Kelebihan yang dimiliki seorang merupakan hal harus disyukuri. Kelebihan tersebut janganlah  membuat seseorang menjadi angkuh. Kelebihan tersebut akan lebih bermanfaat bila ditransfer kepada orang  lain. Semakin dibagikan kompetensi yang kita miliki, akan terasa lebih mantap. Karena ilmu yang diberikan kepada orang lain tidak akan berkurang, tetapi akan bertambah.

          Perubahan mind set personil sekolah  untuk berkolaborasi  memberikan makna dan manfaat yang luar biasa bagi peningkatan hasil pendidikan dan pembelajaran. Kolaborasi yang ditumbuhkan di sekolah  akan lebih mantap dan lebih berarti bila dibarengi dengan koordinasi yang dimotori oleh pimpinan sekolah. Dengan kolaborasi yang mantap, akan muncul kebersamaan dan menghilangkan gap antarpersonil di sekolah. Dengan demikian, personil sekolah  akan mampu bersinergi dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Semoga!


Last Updated (Wednesday, 16 September 2015 02:10)

 
Info Terbaru
HASIL LOMBA SEMARAK MUHARRAN XI

Alhamdulillah even Akbar yang diselenggarakan oleh OSIS SMP 5 Batusangkar dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1439 H /2017 ini berjalan dengan lancar dan sukses, berkat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih yang dalam untuk semua pihak yang terlibat terutama para donatur tanpa disebutkan namanya satu persatu, yang telah membantu terselenggaranya even ini.

Dan juga pada para peserta yang begitu antusias mengikuti acara ini, terbukti dengan meningkatnya jumlah peserta dari tahun ke tahun .Lomba cerdas cermat  tingkat SD/MI Se-Sumatera Barat berjumlah 64 group, Nasyid Tingkat SMP/MTs Se-Sumatera Barat 42 Group , Story Telling Tingkat SMP/MTs sebanyak 59 orang dan Tahfiz 96 orang  , walaupun ditengah hujan lebat, namun acara tetap berjalan dengan lancar. Berikut daftar pemenang masing-masing lomba :

DAFTAR PEMENANG LOMBA CC, NASYID, STORY TELLING DAN TAHFIZ

FESTIVAL SEMARAK MUHARRAM KE-XI
SMP 5 Batusangkar kembali menggelar even Akbar yang selalu di adakan setiap tahun dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah 1439 H/2017 M dengan tema :

“ SEMARAK MUHARRAM MERUPAKAN WADAH PENGEMBANGAN POTENSI DAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK YANG ISLAMI , seperti tahun -tahun sebelumnya even ini menggelar 4 jenis perlombaan yaitu LCC, Nasyid, Storry Telling dan Tahfiz.

Peserta LCC terdiri dari SD dan MI yang berasal dari sekolah dalam kabupaten Tanah datar dan luar kabupaten Tanah Datar yang diundang oleh Panitia, bekerjasama dengan UPT Dinas Pendidikan.

Peserta Nasyid, Story Telling, Tahfiz Tingkat SMP / MTs Se-Sumatera Barat berjumlah  45 Group berasal dari sekolah-sekolah di Sumatera Barat yang diundang oleh Panitia.

Kegiatan ini insyaallah akan diselenggarakan pada

Hari           :  Kamis, Jumat dan Sabtu

Tanggal      :  28 s.s 30 september 2017/ 8 s.d 10 muharram

Tempat      :  SMP Negeri 5 Batusangkar, Komplek Pendidikan Bukit Gombak.

Pendaftaran di mulai dari tanggal 4 September s/d 29 September 2017

Ayooo Buruan mendaftar,,,,,,!!!!

KETENTUAN LOMBA

LAGU NASYID

TAHUN INI SMP 5 BATUSANGKAR KEMBALI MEWAKILIPROPINSI SUMATERA BARAT KE TINGKAT NASIONAL

JUARA_I_LCC  JUARA_I_TAHFIZH

Penyerahan Piala Juara I LCC dan Tahfizh Pentas PAI Tahun 2017 kepada Kepala SMP 5 Batusangkar Drs. Hadmadi Sucipta, M.Pd

25/07/17 dilaksanakan kegiatan lomba Pentas PAI Tingkat Propinsi Sumatera Barat di Hotel Bunda, Jl Bundo Kanduang Padang. SMP 5 Batusangkar mewakili Kontingen Tanah Datar untuk seluruh cabang tingkat SMP, yaitu cabang MTQ (pa) atas nama Nabil Muhammad syani siswa kelas 7, dan (pi) Fathiyyah Arafah Afsya siswa kelas 9. Cabang LPP (pa)Muhammad Aqil Amri dan (pi) Dina Bastari Rahim siswa kelas 9. Cabang MHQ (pa) Raihan Refdian dan (pi) Ummul Hakimi siswa kelas 9, sedangkan untuk LCC Gita Oktensia Sandeni, Rahma Amalia dan Rahmi Afdelina ketiganya siswa kelas 9.

Setelah melalui TC untuk persiapan kegiatan tersebut yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kab. Tanah Datar Kamis/13/07/17 lalu Siswa SMP 5 Batusangkar terpilih mewakili Kontingen Tanah Datar ke tingkat Propinsi Sumatera Barat untuk tahun 2017.

Alhamdulillah berkat perjuangan dan kerja keras siswa/wi serta bimbingan dari guru dan Kepala Sekolah dan tidak kalah pentingnya dukungan penuh dari orang tua, SMP 5 Batusangkar berhasil menuju Tingkat Nasional mewakili Propinsi Sumatera Barat untuk Cabang LCC dan MHQ Putri atas nama Ummul Hakimi yaitu siswa yang juga baru kembali dari tingkat Nasional Padang cabang OSN IPA pada bulan Mei lalu di Pekan Baru, dan siswa ini juga pemenang Pentas PAI tahun 2016 lalu. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan karena tahun ini Ummul Hakimi kembali mewakili Propinsi Sumatera Barat ke tingkat Nasional semoga berhasil...!!!

UMMUL HAKIMI LOLOS OSN IPA KE TINGKAT NASIONAL

ummu_hakimiRabu,24/05/17, SMP 5 Batusangkar mendapatkan berita gembira, dari 3 cabang OSN yang di ikuti di Padang tanggal 13 Mei 2017 kemaren salah satu nya lolos ke Tingkat Nasional yaitu cabang IPA atas nama Ummul Hakimi siswa kelas 8.3  anak kandung dari guru Pendidikan Agama Islam di SMP 5 Batusangkar yaitu putri dari Zulhermi, S.Ag. Ummul hakimi juga merupakan pemenang lomba Pentas PAIS tahun 2016 lalu, juara 1 lomba Tahfizh tingkat Propinsi dan Juara II lomba IPA tingkat Propinsi di SMA 3 Batusangkar.

Dan kali ini Ummul Hakimi berhasil lolos seleksi untuk OSN IPA ke tingkat Nasional yang akan di selenggarakan di Pekan Baru pada bulan Agustus mendatang, setelah mengikuti pelatihan di Padang selama satu minggu. Berkat usaha dan kerja keras serta bimbingan dari guru mata pelajaran Dra. Desnimar dan Erismen Umar, S.Pd dan dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Komite dan orang tua semoga Ummul Hakimi mampu bersaing di tingkat Nasional dan memperoleh hasil yang sangat memuaskan dan membawa harum nama SMP Negeri 5 Batusangkar.

MEWARISKAN SIM UNTUK ANAK

YUSRIJAL DT. MAKHUDUN  

(GURU SMPN 5 BATUSANGKAR)

Ketika menanam bawang, banyak tantangan yang dihadapi seorang petani. Musim kemarau  menyebab persediaan air berkurang sehingga  tanah menjadi kering kerontang. Kabut yang menyelimuti ladang  pada pagi hari merupakan sesuatu yang mencemaskan. Akibatnya, daun menjadi busuk dan layu. Buah yang bernas semakin  jauh dari yang diharapkan.

Menyikapi hal itu, sang petani berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai upaya secara maksimal. Setiap kali kabut muncul di pagi hari, sang petani langsung terjun ke ladang untuk menyemprot tanamannya. Bila air mulai berkurang, petani berusaha mencukupi airnya. Tak kalah pentingnya  adalah pemupukan dan pemeliharaan dari  gangguan hewan di sekilarnya. Hal itu dimotivasi oleh adanya secercah harapan di masa datang. Bawang yang subur berbuah bernas, besar dan ranum, itulah harapannya.

Seperti fenomena di atas, orang tua juga memiliki tantangan yang tidak  ringan dalam mendidik anak-anaknya. Fenomena perilaku masyarakat telah terkontaminasi, tayangan televisi yang tidak mendidik merupakan kerikil-kerikil tajam dalam mendidik anaknya. Hal itu ditambah lagi dengan kemampuan orang dalam memahami perkembangan dan keinginan anak yang masih rendah. Akan tetapi, tantangan tersebut harus dihadapi sehingga perjalanan mendidik anak berjalan dengan mulus.

Seberat apapun tantangan, usaha mendidik anak harus dijalankan karena sudah merupakan tanggung jawab utama orang tua. Karena itu, para orang tua hendaklah memahami tanggung jawabnya secara komprehensif. Tanggung jawab orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, pakaian, dan perumahan, serta kesehatan anaknya. Lebih dari itu, orang tua  juga bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya yang meliputi spritualitas, intelektualitas, dan moralitas anak.

Mewariskan nilai-nilai sprituallitas merupakan hal yang utama yang harus dilakukan orang tua. Speritualitas adalah kenyakinan dalam hubungannya dengan sang pencipta (Achir Yani, 2000). Kebutuhan spritualitas bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf dan pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penih rasa percaya dengan Tuhan (Carson, 1989).

Penanaman keyakinan beragama kepada anak harus ditanamkan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. Penanaman itu berakibat positif terhadap perkembangan jiwa anak. Anak akan memiliki rasa agama dan kepedulian terhadap agamanya. Penanaman nilai aqidah dan pelatihan ibadah merupakan hal yang urgen bagi anak.  Anak akan memiliki kekuatan dan keteguhan rohani yang dahsyat dalam menyikapi problematika kehidupan.

Kelak anak akan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya, apalagi dalam era kompetitif. Karena itu, anak perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, anak akan mampu menghadapi berbagai persoalan. Dengan keterampilan khusus,  anak akan mampu hidup dan mempertahankan kehidupannya. Berbekal keterampilan anak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti pangan, pakaian, perumahan, dan sebagainya. Karena itu, anak-anak kita hendaklah dibekali dengan nilai intelektualitas  berbarengan profesionalitas (life skill) yang dapat dibanggakan.

Seperti kita, anak-anak juga tidak bisa hidup sendiri. Anak-anak  membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupannya. Anak-anak senantiasa dilatih bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga mampu merasakan bahwa mereka merupakan bagian dari lingkungannya.  Sebagai orang tua kita berkewajiban mewariskan sifat-sifat rasulullah, seperti sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

Nilai moralitas yang dimilikinya mampu menjadi pengendali bagi anak baik dalam berpikir, berbicara, maupun dalam bertingkah laku.  Moralitas yang dimiliki anak memungkinkan anak mampu menyesuiaikan diri  dengan masyarakat di lingkungannya. Moralitas yang terpuji membuat anak disukai dan dijadikan panutan oleh lingkungannya. Anak akan diterima  dengan tangan terbuka oleh lingkungan dimana dia berada.

Begitu pentingnya ketiga aspek di atas, sudah seharusnya orang tua mewariskan nilai-nilai  tersebut kepada anak-anaknya.  Dengan spritualitas yang memadai, anak akan tetap berada pada koridor kebenaran dan mampu menjalankan syariat agama dengan baik. Dengan intelektulitas dan profesionallitasnya, anak-anak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya baik fisik maupun nonfisik. Berbekal moralitas, anak-anak akan selalu berbuat yang terpuji dan mulia, serta berakhlkul karimah.

Penanaman dan pewarisan nilai SIM (Spritualitas, Intelektualitas,  Moralitas)  tersebut membutuhkan kesadaran yang tinggi dan komitmen yang kuat dari orang tua. Tidak kalah pentingnya, orang juga hendaklah  memberikan motivasi dan keteladanan kepada anaknya sehingga pewarisan nilai-nilai tersebut tidak hanya sebatas angan. Teruslah menjadi teladan dan motivator bagi anak-anak kita! Semoga!

Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
Pendidikan Online

bse

BSE Depdiknas

edu

Edukasi Online

artipend

Artikel Pendidikan

Web Admin

EMAIL

Email SMP

ADMIN

Admin Website

Waktu Anda
Informasi Link

nisn

nuptk

lunas

sertifikasi-guru