Get a free hosting or choose from the Best Web Hosting service
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
*** Selamat Datang Di Website SMP Negeri 5 Batusangkar ***           *** Sekolah Dengan Program Layanan Keunggulan ***
Kepala Sekolah

Kepala Sekolah Periode 2015 s/d Sekarang

Drs. HADMADI SUCIPTA, M.Pd

Kepala Sekolah Periode 2007s/d 2015

Drs. ASRUL

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday894
mod_vvisit_counterYesterday127
mod_vvisit_counterThis week2116
mod_vvisit_counterLast week1806
mod_vvisit_counterThis month5420
mod_vvisit_counterLast month15381
mod_vvisit_counterAll days1750601

We have: 34 guests online
Your IP: 54.166.203.76
 , 
Today: Oct 18, 2017
KEJUARAAN SEPAK BOLA PELAJAR 2013


Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module
Kegiatan di Labschool Kebayoran Jakarta


Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module
Story Telling "Batu Tangkuluk


Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module

Muatan Kurikulum

Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum SMP Negeri 5 Batusangkar meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum. Adapun muatan kurikulum sebagai berikut :

1.  Mata Pelajaran
Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan  tertentu. Sesuai dengan ketentuan Standar Isi, maka SMP Negeri 5 Batusangkar dalam pembelajaran melaksanakan secara konsisten  mata pelajaran-mata pelajaran sesuai dengan Standar Isi, yang meliputi :

a.)    Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam yang diperuntukkan  bagi yang menganut agama Islam dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, karakter dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan nilai-nilai Agama
Tujuan Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Batusangkar.
1.)    Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
2.)    Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia,  yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

b.)    Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.:
1.    berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
2.    berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
3.    berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
4.    berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

c.)    Mata Pelajaran Bahasa Indonesia     
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki  kemampuan sebagai berikut :
1.    berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
2.    menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
3.    memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
4.    menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
5.    menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
6.    menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

d.)    Mata Pelajaran Bahasa Inggris
    
Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMP bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
Pembelajaran bahasa Inggris di SMP ditargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat functional yakni berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, sedangkan untuk SMA/MA diharapkan dapat mencapai tingkat informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Tingkat literasi epistemic dianggap terlalu tinggi untuk dapat dicapai oleh peserta didik SMA/MA karena bahasa Inggris di Indonesia berfungsi sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing, pembelajaran bahasa Inggris diarahkan pada kegiatan yang mampu membangkitkan hal-hal berikut :
1.    mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi functional  
2.    memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global
3.    mengembangkan  pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dengan budaya.

e.)    Mata Pelajaran Matematika
Mata pelajaran Matematika diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
1.    memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2.    menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
3.    memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4.    mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5.    memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

f.)    Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Pembelajaran IPA dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu pembelajaran IPA di SMP menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Mata pelajaran IPA di SMP bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
1.    meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya
2.    mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3.    mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat
4.    melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak  ilmiah serta berkomunikasi
5.    meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan serta sumber daya alam
6.    meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan tuhan
7.    meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan  ke jenjang selanjutnya.

g.)    Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.
Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
1.    mengenal  konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan  masyarakat dan lingkungannya
2.    memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,  inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3.    memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4.    memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

h.)    Mata Pelajaran Seni Budaya    
Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan  yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal,  interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas, kecerdasan kreativitas, kecerdasan spiritual dan moral, dan kecerdasan emosional.  
Mata pelajaran Seni Budaya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
1.    memahami konsep dan pentingnya seni budaya
2.    menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya
3.    menampilkan kreativitas melalui seni budaya
4.    menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam tingkat lokal,  regional, maupun global.

i.)    Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis  yang seimbang.
Mata pelajaran Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.    mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2.    meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
3.    meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4.    meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5.    mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
6.    mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
7.    memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif

j.)    Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi

Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan, dipraktikkan dan dikuasai peserta didik sedini mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan global yang ditandai  dengan perubahan yang sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan tersebut diperlukan kemampuan dan kemauan belajar sepanjang hayat dengan cepat dan cerdas. Hasil-hasil teknologi informasi dan komunikasi banyak membantu manusia untuk dapat belajar secara cepat. Dengan demikian selain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,  teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja.
Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1.    memahami teknologi informasi dan komunikasi
2.    mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
3.    mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
4.    menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Last Updated (Tuesday, 18 January 2011 14:54)

 
Info Terbaru
HASIL LOMBA SEMARAK MUHARRAN XI

Alhamdulillah even Akbar yang diselenggarakan oleh OSIS SMP 5 Batusangkar dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1439 H /2017 ini berjalan dengan lancar dan sukses, berkat dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih yang dalam untuk semua pihak yang terlibat terutama para donatur tanpa disebutkan namanya satu persatu, yang telah membantu terselenggaranya even ini.

Dan juga pada para peserta yang begitu antusias mengikuti acara ini, terbukti dengan meningkatnya jumlah peserta dari tahun ke tahun .Lomba cerdas cermat  tingkat SD/MI Se-Sumatera Barat berjumlah 64 group, Nasyid Tingkat SMP/MTs Se-Sumatera Barat 42 Group , Story Telling Tingkat SMP/MTs sebanyak 59 orang dan Tahfiz 96 orang  , walaupun ditengah hujan lebat, namun acara tetap berjalan dengan lancar. Berikut daftar pemenang masing-masing lomba :

DAFTAR PEMENANG LOMBA CC, NASYID, STORY TELLING DAN TAHFIZ

FESTIVAL SEMARAK MUHARRAM KE-XI
SMP 5 Batusangkar kembali menggelar even Akbar yang selalu di adakan setiap tahun dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah 1439 H/2017 M dengan tema :

“ SEMARAK MUHARRAM MERUPAKAN WADAH PENGEMBANGAN POTENSI DAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK YANG ISLAMI , seperti tahun -tahun sebelumnya even ini menggelar 4 jenis perlombaan yaitu LCC, Nasyid, Storry Telling dan Tahfiz.

Peserta LCC terdiri dari SD dan MI yang berasal dari sekolah dalam kabupaten Tanah datar dan luar kabupaten Tanah Datar yang diundang oleh Panitia, bekerjasama dengan UPT Dinas Pendidikan.

Peserta Nasyid, Story Telling, Tahfiz Tingkat SMP / MTs Se-Sumatera Barat berjumlah  45 Group berasal dari sekolah-sekolah di Sumatera Barat yang diundang oleh Panitia.

Kegiatan ini insyaallah akan diselenggarakan pada

Hari           :  Kamis, Jumat dan Sabtu

Tanggal      :  28 s.s 30 september 2017/ 8 s.d 10 muharram

Tempat      :  SMP Negeri 5 Batusangkar, Komplek Pendidikan Bukit Gombak.

Pendaftaran di mulai dari tanggal 4 September s/d 29 September 2017

Ayooo Buruan mendaftar,,,,,,!!!!

KETENTUAN LOMBA

LAGU NASYID

TAHUN INI SMP 5 BATUSANGKAR KEMBALI MEWAKILIPROPINSI SUMATERA BARAT KE TINGKAT NASIONAL

JUARA_I_LCC  JUARA_I_TAHFIZH

Penyerahan Piala Juara I LCC dan Tahfizh Pentas PAI Tahun 2017 kepada Kepala SMP 5 Batusangkar Drs. Hadmadi Sucipta, M.Pd

25/07/17 dilaksanakan kegiatan lomba Pentas PAI Tingkat Propinsi Sumatera Barat di Hotel Bunda, Jl Bundo Kanduang Padang. SMP 5 Batusangkar mewakili Kontingen Tanah Datar untuk seluruh cabang tingkat SMP, yaitu cabang MTQ (pa) atas nama Nabil Muhammad syani siswa kelas 7, dan (pi) Fathiyyah Arafah Afsya siswa kelas 9. Cabang LPP (pa)Muhammad Aqil Amri dan (pi) Dina Bastari Rahim siswa kelas 9. Cabang MHQ (pa) Raihan Refdian dan (pi) Ummul Hakimi siswa kelas 9, sedangkan untuk LCC Gita Oktensia Sandeni, Rahma Amalia dan Rahmi Afdelina ketiganya siswa kelas 9.

Setelah melalui TC untuk persiapan kegiatan tersebut yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kab. Tanah Datar Kamis/13/07/17 lalu Siswa SMP 5 Batusangkar terpilih mewakili Kontingen Tanah Datar ke tingkat Propinsi Sumatera Barat untuk tahun 2017.

Alhamdulillah berkat perjuangan dan kerja keras siswa/wi serta bimbingan dari guru dan Kepala Sekolah dan tidak kalah pentingnya dukungan penuh dari orang tua, SMP 5 Batusangkar berhasil menuju Tingkat Nasional mewakili Propinsi Sumatera Barat untuk Cabang LCC dan MHQ Putri atas nama Ummul Hakimi yaitu siswa yang juga baru kembali dari tingkat Nasional Padang cabang OSN IPA pada bulan Mei lalu di Pekan Baru, dan siswa ini juga pemenang Pentas PAI tahun 2016 lalu. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan karena tahun ini Ummul Hakimi kembali mewakili Propinsi Sumatera Barat ke tingkat Nasional semoga berhasil...!!!

UMMUL HAKIMI LOLOS OSN IPA KE TINGKAT NASIONAL

ummu_hakimiRabu,24/05/17, SMP 5 Batusangkar mendapatkan berita gembira, dari 3 cabang OSN yang di ikuti di Padang tanggal 13 Mei 2017 kemaren salah satu nya lolos ke Tingkat Nasional yaitu cabang IPA atas nama Ummul Hakimi siswa kelas 8.3  anak kandung dari guru Pendidikan Agama Islam di SMP 5 Batusangkar yaitu putri dari Zulhermi, S.Ag. Ummul hakimi juga merupakan pemenang lomba Pentas PAIS tahun 2016 lalu, juara 1 lomba Tahfizh tingkat Propinsi dan Juara II lomba IPA tingkat Propinsi di SMA 3 Batusangkar.

Dan kali ini Ummul Hakimi berhasil lolos seleksi untuk OSN IPA ke tingkat Nasional yang akan di selenggarakan di Pekan Baru pada bulan Agustus mendatang, setelah mengikuti pelatihan di Padang selama satu minggu. Berkat usaha dan kerja keras serta bimbingan dari guru mata pelajaran Dra. Desnimar dan Erismen Umar, S.Pd dan dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Komite dan orang tua semoga Ummul Hakimi mampu bersaing di tingkat Nasional dan memperoleh hasil yang sangat memuaskan dan membawa harum nama SMP Negeri 5 Batusangkar.

MEWARISKAN SIM UNTUK ANAK

YUSRIJAL DT. MAKHUDUN  

(GURU SMPN 5 BATUSANGKAR)

Ketika menanam bawang, banyak tantangan yang dihadapi seorang petani. Musim kemarau  menyebab persediaan air berkurang sehingga  tanah menjadi kering kerontang. Kabut yang menyelimuti ladang  pada pagi hari merupakan sesuatu yang mencemaskan. Akibatnya, daun menjadi busuk dan layu. Buah yang bernas semakin  jauh dari yang diharapkan.

Menyikapi hal itu, sang petani berusaha untuk mengatasinya dengan berbagai upaya secara maksimal. Setiap kali kabut muncul di pagi hari, sang petani langsung terjun ke ladang untuk menyemprot tanamannya. Bila air mulai berkurang, petani berusaha mencukupi airnya. Tak kalah pentingnya  adalah pemupukan dan pemeliharaan dari  gangguan hewan di sekilarnya. Hal itu dimotivasi oleh adanya secercah harapan di masa datang. Bawang yang subur berbuah bernas, besar dan ranum, itulah harapannya.

Seperti fenomena di atas, orang tua juga memiliki tantangan yang tidak  ringan dalam mendidik anak-anaknya. Fenomena perilaku masyarakat telah terkontaminasi, tayangan televisi yang tidak mendidik merupakan kerikil-kerikil tajam dalam mendidik anaknya. Hal itu ditambah lagi dengan kemampuan orang dalam memahami perkembangan dan keinginan anak yang masih rendah. Akan tetapi, tantangan tersebut harus dihadapi sehingga perjalanan mendidik anak berjalan dengan mulus.

Seberat apapun tantangan, usaha mendidik anak harus dijalankan karena sudah merupakan tanggung jawab utama orang tua. Karena itu, para orang tua hendaklah memahami tanggung jawabnya secara komprehensif. Tanggung jawab orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, pakaian, dan perumahan, serta kesehatan anaknya. Lebih dari itu, orang tua  juga bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya yang meliputi spritualitas, intelektualitas, dan moralitas anak.

Mewariskan nilai-nilai sprituallitas merupakan hal yang utama yang harus dilakukan orang tua. Speritualitas adalah kenyakinan dalam hubungannya dengan sang pencipta (Achir Yani, 2000). Kebutuhan spritualitas bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf dan pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penih rasa percaya dengan Tuhan (Carson, 1989).

Penanaman keyakinan beragama kepada anak harus ditanamkan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. Penanaman itu berakibat positif terhadap perkembangan jiwa anak. Anak akan memiliki rasa agama dan kepedulian terhadap agamanya. Penanaman nilai aqidah dan pelatihan ibadah merupakan hal yang urgen bagi anak.  Anak akan memiliki kekuatan dan keteguhan rohani yang dahsyat dalam menyikapi problematika kehidupan.

Kelak anak akan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya, apalagi dalam era kompetitif. Karena itu, anak perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Berbekal pengetahuan yang dimilikinya, anak akan mampu menghadapi berbagai persoalan. Dengan keterampilan khusus,  anak akan mampu hidup dan mempertahankan kehidupannya. Berbekal keterampilan anak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti pangan, pakaian, perumahan, dan sebagainya. Karena itu, anak-anak kita hendaklah dibekali dengan nilai intelektualitas  berbarengan profesionalitas (life skill) yang dapat dibanggakan.

Seperti kita, anak-anak juga tidak bisa hidup sendiri. Anak-anak  membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupannya. Anak-anak senantiasa dilatih bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga mampu merasakan bahwa mereka merupakan bagian dari lingkungannya.  Sebagai orang tua kita berkewajiban mewariskan sifat-sifat rasulullah, seperti sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

Nilai moralitas yang dimilikinya mampu menjadi pengendali bagi anak baik dalam berpikir, berbicara, maupun dalam bertingkah laku.  Moralitas yang dimiliki anak memungkinkan anak mampu menyesuiaikan diri  dengan masyarakat di lingkungannya. Moralitas yang terpuji membuat anak disukai dan dijadikan panutan oleh lingkungannya. Anak akan diterima  dengan tangan terbuka oleh lingkungan dimana dia berada.

Begitu pentingnya ketiga aspek di atas, sudah seharusnya orang tua mewariskan nilai-nilai  tersebut kepada anak-anaknya.  Dengan spritualitas yang memadai, anak akan tetap berada pada koridor kebenaran dan mampu menjalankan syariat agama dengan baik. Dengan intelektulitas dan profesionallitasnya, anak-anak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya baik fisik maupun nonfisik. Berbekal moralitas, anak-anak akan selalu berbuat yang terpuji dan mulia, serta berakhlkul karimah.

Penanaman dan pewarisan nilai SIM (Spritualitas, Intelektualitas,  Moralitas)  tersebut membutuhkan kesadaran yang tinggi dan komitmen yang kuat dari orang tua. Tidak kalah pentingnya, orang juga hendaklah  memberikan motivasi dan keteladanan kepada anaknya sehingga pewarisan nilai-nilai tersebut tidak hanya sebatas angan. Teruslah menjadi teladan dan motivator bagi anak-anak kita! Semoga!

Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
  • An Majelis Guru & Staf
Pendidikan Online

bse

BSE Depdiknas

edu

Edukasi Online

artipend

Artikel Pendidikan

Web Admin

EMAIL

Email SMP

ADMIN

Admin Website

Waktu Anda
Informasi Link

nisn

nuptk

lunas

sertifikasi-guru